Laporan tugas magang 1
Nama : Meldasari
Nim : 11901066
Kelas : PAI 4 C
Makul : Magang 1
Laporan dari materi yang dapat saya simpulkan adalah
A. kultur sekolah merupakan budaya organisasi sekolah, sehingga kultur sekolah kurang lebih sama dengan kultur organisasi pendidikan. Bukan hanya itu, kultur sekolah juga dapat diartikan sebagai kualitas kehidupan sekolah yang tumbuh dan berkembang berdasarkan semangat yang tinggi dan nilai-nilai sekolah. Kultur sekolah terbagi menjadi 3 yaitu: kultur sekolah yang positif, kultur sekolah yang negative dan, kultur sekolah yang netral.
B. Manajemen sekolah Manajemen Sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara benar dan sesuai untuk meningkatkan hasil kerja sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan, baik tujuan nasional dan tujuan kelembagaan yang hasilnya bisa dilihat dari beberapa faktor sebagai petunjuk hasil kerja yang berhasil dicapai oleh sekolah
C. Manajemen kelas Merupakan kegiatan-kegiatan yang di usahakan oleh guru untuk menciptakan, keadaan kelas yang mendukung dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal.
D. 4 kompetensi guru fropesional 1. Kompetensi pedagogik Dimana guru harus mampu untuk memahami dinamika proses pembelajaran dengan baik. 2. Kompetensi propesional Guru harus mampu mengelola pembelajan dengan baik. 3. Kompetensi kepribadian Guru harus bisa menjadi contoh dan teladan yang baik dalam bertingkah laku 4. Kompetensi sosial Guru harus bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat sekolah.
E. Karakteristik peserta didik Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motoric.
F. Kurikulum Adalah standar atau titik acuan yang digunakan sekolah dalam proses belajar mengajar.
G. Perangkat pembelajaran Adalah alat atau media yang digunakan untuk proses belajar mengaajar. Yg dapat membantu guru dalam proses belajar mengajar.
H. Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran, yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya di akhir kegiatan belajar.
I. System Evaluasi
Adalah suatu kegiatan atau pendekaan yang digunakan untuk melihat dan menetapkan keberhasilan peserta didik dalam memahami system pembelajaran tersebut.
J. Perangkat pembelajaran
Adalah komponen yang harus atau wajib ada disiapkan oleh guru, sebelum pelaksanaan pembelajaran. Karena perangkat pembelajaran ini merupakan persiapan yang disusun oleh guru baik secara individu maupun kelompok. Tampa perangkat pembelajran, seorang guru tidak akan bisa memulai pembelajaran dengan baik.
K. Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang dipilih dan digunakan oleh pengajar untuk menjelaskan/menyampaikan materi pembelajaran. Dimana bertujuan untuk memudahkan peserta didik dalam menerima dan memahami materi pembelajaraan, yang dimana tujuan akhirnya yaitu, siswa dapat menguasai pembelajaran tersebut pada akhir kegiatan belajar.
L. Media Pembelajaran
Merupakan suatu cara seorang guru dalam menyampai imformasi, melalui alat bantu yang dapat mendukung proses belajar mengajar disekolah. Bukan hanya itu, media pembelajaran ini juga bertujuan untuk memudahkan proses belajar mengajar, agar mencapai tujuan yang diinginkan.
Media pembelajaran dapat digolongkan menjadi 6:
1. Media visual
Media ini lebih cendrung ke indra penglihatan, yaitu pembelajaran ini lebih mengutaman yang namanya rupa, bentuk dan, gerak. Sebagai contoh, yaitu ketika seorang guru menyampaikan pembelajarannya, di pelajaran penjaskes, dimana seorang guru pastinya memperagakan gerakan-gerakan yang terdapat dari bahan ajar tersebut. Dan tentunya semua itu sangat membutuhkan indra penglihatan, karenahal ini berhubungan langsung dengan gerakan dll. Dan yang pastinya gerakan tersebut hanya bisa dilihat oleh indra penglihatan.
2. Audio Media
Media ini cendrung ke indra pendengaran, yaitu pembelajaran ini lebih banyak menggunkan bunyi. Pembelajran ini tentunya sangat membantu mereka yang kekurangan atau keterbatasan dalam hal mendengar.
3. Media Audio Visual
Media ini cendrung ke suara dan gambar, dimana media ini lebih mengutamakan suara dan gambar dalam menyampaikan pembelajaran. Tentunya media ini memiliki kelebihan tersendiri. Danmungkin banyak dari kita lebih menyukai media yang satu ini, karena media ini tidak hanya menampilkan gambar saja, namun suara juga terdengar. Dan tentunya bisa memudahkan kita dalam memehami materi yang diajarkan oleh guru.
4. Peta dan Globe
Media pembelajaran ini menyajikan data-data lokasi dan tempat, melalui peta dan globe. Dimana dimedia pembelajaran ini menggambarkan bentuk pulau, sungai, gunung-gunung dan daratan, dalam bentuk unik dan kecil.
5. Gambar Fotografi
Media pembelajaran ini bisa kita proleh dari berbagai macam sumbr, seperti surat kabar, kartun, ilustrasi, dan foto. Dan tentunya system pembelajan ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk menunjang keberhasilandalam proses belajar mengajar.
6. Media Serba Aneka
Media ini merupakan media yang sering kita gunakan, sebagai contoh yaitu menyampaikan materi pembelajar dengan ditulis dipapan tulis. Dengan media ini kita bisa memahami materi yang diajarkan melalui tulisan, baik itu bersifat satu dimensi, dua dimensi, dan bahkan tiga dimensi.
M. Bahan Ajar
Merupakan suatu bahan/materi ajar yang disusun secara langsung, yang digunakan guru untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswanya, untuk mencapai tujuan yang diharafkan. Bahan ajar ini bisa didapatkan dari buku dan bisa juga didaptkan dari sumber lain, seperti internet dll.
N. Lembar Kerja Siswa (LKS)
Adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan pengevaluasiaan dari guru. LKS memuat sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan oleh siswa untuk memaksimalkan pemehaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar, yang diamana harus sesuaidengan indikator pencapaian hasil belajar yang harus di tempuh
O. Instrument penilaian hasil belajar\Instrumen evaluasi
Merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan informasi menegnai pencapaian hasil belajar dari peserta didik.
Kesimpulan dari semua materi diatas, dapat saya simpulkan bahwa semua komponen tersebut sangat berkaitan dengan erat, dimana ketika ada salah satu komponen yang tidak dikuasi atau sengaja dihilangkan, maka itu akan berdampak buruk terhadap system pendidikan tersebut. Bayangkan saja ketika seorang guru tidak tau 4 kompetensi yang harus dia miliki, tentunya hal tersebut dapat menjadi penghambat gagalnya dia menjadi seorang guru yang professional. Hal tersebut mungkin sering diabaikan oleh guru, tanpa mereka sadari hal tersebut tentunya wajib untuk mereka miliki.
Guru adalah faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas. Sehingga berhasil tidaknya pendidikan mencapai tujuan selalu dihubungkan dengan kiprah para guru. Oleh karena itu, usaha-usaha yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan hendaknya dimulai dari peningkatan kualitas guru. Guru yang berkualitas diantaranya adalah mengetahui dan mengerti peran dan fungsinya dalam proses pembelajaran.
Menurut Sardiman (1992), peran guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai Informator, Organisator, Motivator, Pengarah/Direktor, Inisiator,Transmiter, Fasilitator, Mediator, dan Evaluator. Sedangkan Pullias dan Young, Manan, Yelon dan Weinstein seperti yang dikutip oleh E. Mulyasa (2007), mengatakan bahwa peran guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai Pendidik, Pengajar, Pembimbing, Pelatih, Penasehat, Pembaharu (Inovator), Model dan Teladan, Pribadi, Peneliti, Pendorong Kretivitas, Pembangkit Pandangan, Pekerja Rutin, Pemindah Kemah, Pembawa Cerita, Aktor, Emansipator, Emansipator, Pengawet, dan sebagai Kulminaor. Berikut akan dibahasperan-peran guru tersebut.
Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran | Guru sebagai Pendidik dan Pengajar
Guru sebagai Pendidik
Guru sebagai seorang pendidik tidak hanya tahu tentang materi yang akan diajarkan. Akan tetapi, ia pun harus memiliki kepribadian yang kuat yang menjadikannya sebagai panutan bagi para siswanya. Hal ini penting karena sebagai seorang pendidik, guru tidak hanya mengajarkan siswanya untuk mengetahui beberapa hal. Guru juga harus melatih keterampilan, sikap dan mental anak didik. Penanaman keterampilan, sikap dan mental ini tidak bisa sekedar asal tahu saja, tetapi harus dikuasai dan dipraktikkan siswa dalam kehidupan sehari-harinya.
Mendidik adalah menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap materi yang disampaikan kepada anak. Penanaman nilai-nilai ini akan lebih efektif apabila dibarengi dengan teladan yang baik dari gurunya yang akan dijadikan contoh bagi anak. Dengan demikian diharapkan siswa dapat menghayati nilai-nilai tersebut dan menjadikannya bagian dari kehidupan siswa itu sendiri. Jadi peran dan tugas guru bukan hanya menjejali anak dengan semua ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) dan menjadikan siswa tahu segala hal. Akan tetapi guru juga harus dapat berperan sebagai pentransfer nilai-nilai (transfer of values).
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru sebagai pendidik, yaitu:
Guru harus dapat menempatkan dirinya sebagai teladan bagi siswanya. Teladan di sini bukan berarti bahwa guru harus menjadi manusia sempurna yang tidak pernah salah. Guru adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Tetapi guru harus berusaha menghindari perbuatan tercela yang akan menjatuhkan harga dirinya.
Guru harus mengenal siswanya. Bukan saja mengenai kebutuhan, cara belajar dan gaya belajarnya saja. Akan tetapi, guru harus mengetahui sifat, bakat, dan minat masing-masing siswanya sebagai seorang pribadi yang berbeda satu sama lainnya.
Guru harus mengatahui metode-metode penanaman nilai dan bagaimana menggunakan metode-metode tersebut sehingga berlangsung dengan efektif dan efisien.
Guru harus memiliki pengetahuan yang luas tentang tujuan pendidikan Indonesia pada umumnya, sehingga memberikan arah dalam memberikan bimbingan kepada siswa.
Guru harus memiliki pengetahuan yang luas tentang materi yang akan diajarkan. Selain itu guru harus selalu belajar untuk menambah pengetahuannya, baik pengetahuan tentang materi-materi ajar ataupun peningkatan keterampilan mengajarnya agar lebih profesional.
Guru sebagai Pengajar
Peran guru sebagai pengajar, kadang diartikan sebagai menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Dalam posisi ini, guru aktif menempatkan dirinya sebagai pelaku imposisi yaitu menuangkan materi ajar kepada siswa. Sedangkan di lain pihak, siswa secara pasif menerima materi pelajaran yang diberikan tersebut sehingga proses pengajaran bersifat monoton. Padahal, peran guru sebagai pengajar bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi masih banyak kegiatan lain yang harus dilakukan guru agar proses pengajaran mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.
Mengajar merupakan kegiatan yang dilakukan secara sengaja dalam upaya memberikan kemungkinan bagi siswa melakukan proses belajar sesuai dengan rencana yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan pengajaran. Jadi tugas guru sebagai pengajar adalah bagaimana caranya agar siswa belajar.
Daftar Fustaka
https:\\eprints.uny.ac.id
Wikipedia
https:\\id.m.wikipedia.org
matrapendidikan.com
https:\\cdn-gbelajar.simpkb
https://www.silabus.web.id
eferoniwaruwu.blogspot.com
kompasiana.com
https://akfarsam.ac.id
https://eurekapendidikan.com
https://penerbitdeepublish.com
https://www.silabus.web.id
https://www.provisieducation.com
Komentar
Posting Komentar